Tampilkan postingan dengan label LITBANG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LITBANG. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 November 2013

GURO-GURO ARON IBAS KERJA TAHUN


Landek Guro-guro Aron

Guro-guro aron asal katana ibas guro-guro ras aron. Guro-guro ertina main-main, pesta hiburan. Aron ertina anak perana tah pe singuda-nguda si ras-ras erdahin ku juma. Jadi guro-guro aron e me sada kerja i pantek anak perana ras singuda-nguda si enggo ikut ibas aron alu make gendang, ras perkolong-kolong ibas kerja tahun.

Guna erbahan guro-guro aron e me kap:
1. Gelah lit si man dedahen.
2. Gelah anak perana ras singuda-nguda beluh metik, make uis adat Karo.
3. Gelah anak perana ras singuda-nguda landek ngikutken gendang Karo.
4. Gelah anak perana ras singuda-nguda banci jumpa atena ngena.
5. Gelah anak perana ras singuda-nguda mejingkat erdahin ku juma muat duit penukur uis ras adangen kerja guro-guro aron.
6. Notoken mbuah page nisuan, merih manuk niasuh, danak-danak lampes mbelin, si enggo mbelin meteh mehuli, si enggo erjabu sangap njabuken bana, si nguda-nguda anak perana lampas jumpa atena ngena, si enggo metua cawir metua, la lit si bangger-bangger.
7. Gelah anak perana ras singuda-nguda erlajar kerna adat, ertutur ras ngalo-ngalo temue.
8. Gelah anak perana ras singuda-nguda erlajar jadi pemimpin ngaturken guro-guro aron.

Kerja tahun enda iban sekali setahun. Biasana enda iban kenca dung peranin. Itenahken me kade-kade si ndauh ras si ndeher ibas mata kerja tahun. Adi enggo tasak nakan ras bengkau i taruhken me lebe ku rumah kalimbubu, janah man ije, enca dung ku rumah kalimbubu e maka ku rumah seninanta si tuan asa kita. Janah kalimbubu pei reh ka ku rumah anak beruna janah man ka ije. Enca enggo serser i dahi kalimbubu senina bage pe anak beru, e maka ndedeh guro-guro aron.  Endam idalanken adi kita sada kuta ras kalimbubu, senina bagepe anak beruna.

Mata kerja tahun guro-guro aron, erpagi-pagi pulung kerina i bas ingan si enggo i pesikap. Nca lewat ciger maka ibenaken me lebe gendang man aron. Landek penghulu aron ras kemberahen aron, anak beru aron, ras kemberahen ngalo-ngalo kerina aron. Landek aron ngikutken merga ras aron si diberu si arus entah pe la rebu. Gendang enda me gendang momo maka gendang guro-guro aron enggo ibenaken, iharapken maka pulung kerina. Nandangi singgem gelap, gendang i pengadi lebe. Gendang i umputi berngina enca elah man.

Aturan perlandek:
1) landek pengulu ras kemberahen naruh anak beru, ngalo-ngalo kerina aron. 
2) landek perbapaen si lima merga. 
3) landek pernanden beru si lima. 
4) landek si erjabaten 
5) landek aron anak perana ras si nguda-nguda. 

Pepagina i umputi denga gendang. Ibenaken nangkih-nangkih matawari seh asa nandangi ciger. Si landek buen anak perana ras si nguda-nguda. Gendang ibas nangkih-nangkih matawari e i gelari gendang pesalang sai. I je me kerina pengerana, perlandek sapih-sapih ia. Bage pe perkolong–kolong rende persentabien nandangi sirang gendang i palu nina.

Meriah kal siakap erguro-guro aron bagenda rupana i adep-adepean nande bapanta ras sangkep nggeluhta. Rende kami i tengah-tengah enda banci lit akap kam kurang payo, perlandek ras persumekah kami, bage pe sora kami rende, ola me sangkut ukurndu. Bage pe kam kerina si biak turang ras seninangku, entah ja kurang lebihna akap ndu, erkandu-kandu sepih-sapih kam kerina ola tama maka bagem, sirang menda gendang i polu, sirang ka me daging nibaba, mejuah-juah kami mulih ku kuta, turang senina nande bapa, mejuah-juah kami sangap encari man tading dapeten. (Int)


Kirim Komentar

Jumat, 08 November 2013

BAHASA BATAK KARO

Bahasa Batak Karo adalah bentuk bahasa Austronesia Barat yang digunakan di daerah Pulau Sumatera sebelah utara pada wilayah Kepulauan Indonesia. Istilah "Batak" sendiri mengacu pada sekumpulan kelompok yang memiliki kaitan secara kultural yang mendiami sebagian besar wilayah pedalaman Provinsi Sumatera Utara yang berpusat di daerah Danau Toba. Tiap-tiap kelompok ini memiliki riwayat, tatanan sosial, serta bahasa yang khas satu sama lain.

Masyarakat Batak Toba yang berdiam di wilayah Pulau Samosir yang terletak di tengah-tengah Danau Toba serta wilayah sebelah timur, selatan, dan tenggara dari danai ini telah menjadi bahan kajian linguistik dan antropologi selama lebih dari satu abad lamanya. Bahasa yang mereka gunakan pertama kali mulai mendapat sorotan pada saat H.N. van der Tuuk menerbitkan karya gramatika klasik pada tahun 1864 yang berjudul Tobasche Spraakkunst (kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1971).

Di paruh abad terakhir ini terdapat sejumlah besar masyarakat Batak Toba yang bermigrasi ke seluruh penjuru wilayah dan menumbuhkan sejumlah besar komunitas masyarakat Batak Toba di sepanjang pesisir timur wilayah Sumatera Utara, di Aceh, dan juga di Pulau Jawa, maupun di berbagai wilayah suku Batak lain. Terutama sebagai akibat dari mobilitas sosial mereka yang tinggi serta penyebaran yang meluas secara geografis, istilah "Batak" ini telah hampir secara murni diselaraskan dengan pengertian "Batak Toba".

Jauh di sebelah selatan Danau Toba dan jauh mencapai perbatasan provinsi Sumatera Barat, terdapat masyarakat Batak Angkola dan Batak Mandailing. Sedang pada sisi timur laut Danau Toba terdapat mayarakat Batak Simalungun yang wilayah aslinya kini telah banyak didiami oleh masyarakat Batak Toba yang bermigrasi ke wilayah ini. Fenomena serupa terjadi juga di wilayah Batak Pakpak yang terletak di sisi barat dan barat daya Danau Toba. Oleh karena kondisi yang demikian, kini didapati kaum masyarakat Batak Simalungun dan Batak Pakpak yang fasih berbahasa Batak Toba di samping bahasa asli mereka sendiri.

Masyarakat Batak Karo sendiri bermukin di wilayah sebelah barat laut Danau Toba yang mencakup luas wilayah sekitar 5.000 kilometer persegi yang secara astronomis terletak sekitar antara 3? dan 3'30? lintang utara serta 98? dan 98'30? bujur timur. Wilayah Tanah Karo tersusun atas dua wilayah utama sebagai berikut:

- Dataran tinggi Tanah Karo, yang mencakup seluruh wilayah Kabupaen Karo dan pusat administratifnya di kota Kabanjahe. Wilayah dataran tinggi Tanah Karo ini menjorok ke selatan hingga masuk ke wilayah Kabupaten Dairi (khususnya Kecamatan Taneh Pinem dan Tiga Lingga), serta ke arah timur masuk ke bagian wilayah Kecamatan Si Lima Kuta yang terletak di Kabupaten Simalungun. Masyarakat Karo menyebut wilayah pemukiman dataran tinggi ini dengan nama Karo Gugung.

- Dataran rendah Tanah Karo yang mencakup wilayah-wilayah kecamatan dari Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deli Serdang yang terletak pada bagian ujung selatan secara geografis ( namun tertinggi secara topografis). Wilayah ini dimulai dari plato Tanah Karo yang membentang ke bawah hingga mencapai sekitar kampung-kampung Bahorok, Namo Ukur, Pancur Batu, dan Namo Rambe yang ada di sebelah utara, serta Bangun Purba, Tiga Juhar, dan Gunung Meriah di sisi timur. Masyarakat Karo menyebut daerah ini dengan nama Karo Jahe (Karo Hilir).

Wilayah dataran tinggi Tanah Karo dianggap sebagai pusat kebudayaan dan tanah asli nenek moyang masyarakat Batak Karo. Di wilayah ini, bahasa tidak banyak tersentuh oleh pengaruh-pengaruh luar dan ikatan kekerabatan serta kehidupan tradisional masih terpelihara sangat kuat. Kebanyakan masyarakat dataran tinggi Karo hidup dari bercocok tanam kecil-kecil dengan menanam padi dan sayur-sayuran untuk konsumsi sehari-hari serta berbagai tanam-tanaman komersial untuk kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

Wilayah pemukinan dataran rendah yang ada di Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deli Serdang umumnya lebih terorientasi pada produksi tanam-tanaman budidaya seperti karet dan kelapa sawit. Wilayah dataran rendah Karo ini lebih banyak menyerap pengaruh masyarakat Melayu pesisir yang pada umumnya menganut agama Islam dant erkadang mengharuskan mereka menyisihkan nama marga mereka sehingga hubungan kekerabatan dengan sanak-saudara mereka di dataran tinggi jadi terputus.

Selain kefasihan dalam berbahasa Karo, ciri identitas terpenting seorang Karo dapat diketahui dari nama marga yang bersangkutan. Orang-orang Karo memiliki lima macam klan patrilineal atau marga, yaitu Karo-karo, Ginting, Tarigan, Sembiring, dan Peranginangin. Tiap-tiap marga ini terpecah lagi menjadi 13 hingga 18 submarga, sehingga secara keseluruhan dapat dijumpai sbanyak 83 submarga. Seluruh marga dan submarga ini merupakan nama-nama khas yang ada pada masyarakat Karoo, naum sering juga tampak memiliki keterkaitan dengan nama-nama marga dari kelompok masyarakat suku-suku Batak lain, khususnya masyarakat Batak Simalungun dan Batak Pakpak. Identitas dan subetnis orang Batak ini pada umumnya dapat langsung diketahui dari nama marganya, misal marga Tarigan dan Sembiring adalah marga khas Batak Karo, nama Saragih dan Damanik adalah marga khas Batak Simalungun, nama Bancin dan Berutu adalah marga khas Batak Pakpak, dan sebagainya. Dalam hal ini terdapat juga nama-nama marga yang sama dari asal subetnis Batak lain, maka nama-nama tertentu semacam ini biasanya selalu disebutkan berikut dengan subetnisnya pada saat memperkenalkan diri dengan anggota subentis Batak lain, misalnya "Saya Purba Karo" atau "Saya Purba Simalungun". Seseorang yang berasal dari luar masyarakat Karo yang hendak bergabung ke dalam masyarakat Karo juga diberikan nama marga patrilineal atau matrilineal Karo karena tanpa memiliki acuan identitas sosial semacam ini yang bersangkutan mustahil berinteraksi dalam acara-acara penting di luar batas kegiatan sehari-hari.

Istilah "Batak" umumnya tidak digunakan pada saat mereka saling memperkenalkan diri satu sama lain kecuali jika mereka sedang memperkenalkan diri mereka dengan orang-orang dari etnis lain (Sunda, Jawa, dll). Di kalangan masyarakat mereka maupun subetnis Batak lain biasanya mereka menyebut diri mereka sendiri sebagai "kalak Karo" atau orang Karo. Sedangkan bahasa asli Karo mereka sebut sebagai "cakap Karo" atau "bahasa Karo". Berbeda halnya dengan kaum masyarakat Batak Pakpak dan Batak Simalungun yang bertetangga dengan mereka, masyarakat Karo belum begitu banyak terpengaruh oleh bahasa dan budaya masyarakat Batak Toba. Selain dari kaum anak-anak dan kaum usia lanjut, orang-orang Karo umumnya juga mempergunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi di Indonesia. (Int)

Kirim Komentar

Sabtu, 02 November 2013

JETHRO SISTEM - PRT (Perkunjungan Rumah Tangga)



Jethro Sistem
"Melibatkan sebanyak mungkin orang untuk tugas pelayanan, membagi tanggung jawab dengan orang lain."

Apakah Jethro Sistem?
  1. Jethro (Rehuellah) eme mertua Musa. Anak Jethro si gelarna Zipora jadi ndehara Musa tupung ia kiam i Mesir nari ku taneh Midian i Sinai (Keluaran 3:21-23). Kenca Musa jupa ras Yahweh ibas bentuk api, isuruhNa ia njumpai raja Paro, gelah banci bangsa Israel mulih ku kuta pengulihenna, eme Kanaan. Dungna, kenca bangsa Mesir ndatken 10 tulah, ibere Paro bangsa Israel ndarat i Mesir nari, ipimpin Musa.
  2. Sanga Musa ras bangsa Israel ibas perdalanen, ringan/erkemah i Sinai, Jethro reh ndahi Musa ras bangsa Israel.
Keluaren 18:13-27
Jethro mperdiateken kuga Musa mimpin ras ngerunggui, ndungi perkara-perkara si lit itengah-tengah bangsa Israel. Iidahna, maka Musa sekalak ibas mimpin ras ngurusi perkara bangsa Israel, mulai perkara sikitikna seh ku simbelinna.
Erkiteken si e, iajari Jethro Musa, kelana, kuga cara mimpin si lebih mehuli:
  1. La mehuli adi idahiken dahin ngurusi jelma sibage teremna alu sekalak saja. Arus ibagi tanggung jawab ras kalak sideban. Latihsa ndahiken dahin sekalak saja.
  2. Sebagai pemimpin simbelinna, tugas Musa eme jadi wakil bangsa Israel nandangi Dibata. Bagepe ngajarken kerina sura-sura ras perintah Dibata, kai saja si patut ilakokenna kerina.
  3. Ndarami ras milihi jelma itengah-tengah bangsa bangsa Israel nari, kalak si pentar, erkemalangen man Tuhan, terteki ibas kai pe, bagepe kalak si la nggit ngaloken sogok ras la meduit.
  4. Jadiken kalak si enggo terpilih e pemimpin man 1000 kalak, pemimpin 100 kalak, pemimpin 50 kalak, ras pemimpin 10 kalak.
  5. Kepemimpinen si sifatna bertingkat, entah pe sistem sel, ibas kelompok yang paling kitik seh ku kelompok simbelinna, janah Musa sebagai pemimpin man kerinana.
  6. Sebagai pemimpin simeganjangna, Musa la arus ngurusi perkara-perkara kitik, tapi radu ras pemimpin kelompok-kelompok e kerina mersan tanggung jawab.
  7. Ibegiken Musa nasehat Jethro, janah idalankanna pe alu tutus, iangkatna enterem pemimpin kelompok, si igelari hakim-hakim itengah-tengah bangsa Israel. Musa cukup ndilo pemimpin-pemimpin kelompok e ibas nerusken perintah si arus idalinken.
  8. Ndilo ras make se enterem mungkin kalak si pantas gunaertanggungjawab, eme cara si payo. La saja baban sebagai pemimpin reh nahangna, tapi pe lebih efektif.
  9. Ibas mbue organisasi ibabo doni enda, ipake sistem sel sibagenda rupana bagi siniajarkan Jethro, janah ternyata cukup efektif / berdampak luas.
  10. Ibas mengorganisir kegiaten-kegiaten Gereja, sistem Jethro enda pe ipakai, ibas jamanta enda mbue ipakai ibas gerakan-gerakan kharismatik
  11. Ibas GBKP pe enggo ndekah sitandai sistem Jethro enda, si biasa igelari sistem PRT, Penggembalaan sini ilakoken sada team, eme Team PRT.
Perkunjungan Rumah Tangga
Perlebe
  1. Gerejanta GBKP langa ndalanken perkunjungan rumah tangga secara rutin, tapi lebih bersifat insidental, adi perlu saja, adi lit sakit entah pe situasi si khusus.
  2. Rikutken perkembangen jaman enda, siidah maka tantangan-tantangan kegeluhen reh beratna, si erbahanca persoalen kegeluhen reh buena.
  3. Erkiteken si e pelayanen perkunjungen reh perluna.
  4. Adi la silakoken, entah pe silupaken, kalak sideban kari ngelayanisa, janah lawes me anggotanta ku sideban.
Palas Perkunjungan Rumah Tangga.
  1. Lako mpermakani biri-biri ni Dibata (Yoh.21:15,16,18)
  2. Mendewasakan anggota perpulungen (Ef.4:11-16)
  3. Si man sehenken ibas perkunjungen, labo perukuren sindahiken perkunjungen entah pe sini idahi, tapi perukuren Tuhan. Kerina sini ilakoken arus i nen erpalasken Kata Dibata.
  4. Ibas perkunjungen labo erkhotbah, tapi ngerana kerna kecibal geluh si nyata. 
Tujun Perkunjungan Rumah Tangga.
  1. Mpermakani, gelah ula papak ku bas pengajaren si la payo.
  2. Gelah biri-biri nandai permakanna, bagepe sebalikna (Joh.10:3-5,14). Pertua/Diaken ngeteh situasi kegeluhen perpulungen lebih mehuli.
  3. Si enggo ndekah la reh iajuk mulihken aktif (Mat.18:12-14)
  4. Melayani (Pelayanan)
a. Kata Dibata isehken sue ras situasi anggota si ikunjung, lako mpeteguhi 
    kinitekenna.
b. Pelayanan pastoral: mpersingeti, menasehati, nampati anggota perpulungen ibas
    perbebenna.
      5.   Membangun Jemaat / Perpulungen
            a. ndarami potensi ibas jemaat si banci erguna man perpulungen (Roma
               12:5, 1Kor.12:25).
            b. mperdiateken anggota perpulungen.
            c. mperlengkapisa alu Kata Dibata
            d. mendidik anggota perpulungen jadi lebih missioner, lebih bersaksi ibas
                kegeluhenna.
 
Ise singelakoken PRT
  1. Sedekah enda lit pengakap maka singelakoken perkunjungen eme Pdt, Prt ras Dk saja.
  2. Pt/Dk,Pdt saja adi lit masalah si khusus, si la perlu ieteh sienterem
  3. Team PRT. Pelayan Khusus ras anggota perpulungen (2-3 kalak saja), ilitken ibas tiap terpuk
Ise si man kunjungen?
  1. Kerina anggota perpulungen secara bergiliran.
  2. Iban daftar skala prioritas, iutamaken si lit masalahna.
  3. Apai sipentingna kal, e lebe idahi, janah dungna kerina dat giliren. 
Persikapen perkunjungen
  1. Perjumpan team secara rutin – pelatihan.
  2. Nentuken jadwal pekunjungen rutin, mungkin 1x seminggu entah 1 x dua minggu rst.
  3. Mpelajari latar belakang keluarga si man kunjungen (ope berkat).
Pembagian tugas ibas perkunjungen (ngerana rsd).
  1. Nentuken ingan ija nari berkat, ula jumpa ibas ingan si ikunjungi.
  2. Erban pertoton ope berkat.
  3. Erban evaluasi kenca perkunjungen.
Tehnik Percakapen
  1. Usahaken suasana si akrab, ula kaku, gelah banci lebih terbuka.
  2. Ula gedang ngerana, tapi lebih sabar megi-megi. Ngerana ngarahken percakapen saja.
  3. Ula bersikap mengadili ras nalahken.
  4. Penuh perhatian, ula acuh.
  5. Nggejapken penggejapen simada jabu
  6. Adi la terdungi masalah, iterusken ku perkunjungen berikutna.
  7. Ndarami sura-sura Dibata ibas percakapen, ibabai gelah erpengendes.
  8. Percakapen itutup alu pertoton.
  9. Isi percakapen la banci ipebelang man kalak sideban. 
Pendungi / Kesimpulan
  1. Adi banci iban Kartu Perkunjungen
  2. Team PRT simehulina: Sekalak Pt/Dk + 2 kalak anggota perpulungen ibas tiap terpuk.
  3. Team PRT berganti setiap tahun.
 Pdt. M.P.Barus (Materi Pembinaan PRT-2007)

Kirim Komentar